Minggu, 06 Juli 2014

Organisasi Perusahaan
         Dalam lingkungan bisnis, hubungan manusia dirasakan sangat penting oleh para manajer, karena hubungan manusia dapat menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi (miscomunication) dan salah interpretasi (misinterpretation) yang terjadi antara manajer beserta para pegawainya dengan publik diluar organisasi. Dengan demikian para manajer perlu melakukan, k omunikasi baik pada khalayak atau publik di dalam organisasi, maupun kepada khalayak diluar organisasi selain dalam hubungan dengan tugas pekerjaan, juga diluar tugas pekerjaan
        Dengan orang-orang yang berada dalam organisasi, jelasnya para karyawan. Hubungan perlu dilaksanakan untuk meniadakan gangguan sebagai akibat salah komunikasi dan salah interpretasi. Lebih-lebih untuk untuk menghilangkan frustasi terutama frustasi agresif, serta menggugah kegairahan dan kegiatan kerja. Diluar tugas pekerjaan pun, para manajer, baik manajer tingkat tinggi, tingkat menengah maupun tingkat rendah, serta seluruh pegawai sepantasnya selalu melakukan hubungan manusia  dengan siapapun, selain dengan orang-orang yang ada sangkut-pautnya dengan organisasi, juga dengan mereka yang tidak ada hubungannya. Hubungan ini dilakukan di perkumpulan-perkumpulan olah raga, keagamaan, kesenian, dalam konverensi,seminar dan lain sebagainya, bahkan di tempat-tempat umum seperti restoran, stasiun, toko dan lingkungan rumah. Hal ini dilakukan demi menjaga citra organisasi perusahaan. Prilaku seluruh pegawai perusahaan yang baik dan etis terhadap khalayak diluar organisasi akan menjaga nama baik, bahkan mengharumkan nama organisasi yang diwakilinya.
          Hubungan  dalam perusahaan memainkan peran dalam hal konseling, ditinjau dari segi komunikasi Konseling adalah komunikasi antar personal. Yang bertindak sebagai konselor adalah manajer atau pemimpin (kepala bagian, kepala sekasi, supervisor ). Sedangkan konselinya adalah karyawan yang menghadapi suatu masalah tau mengalami frustasi. Tujuan dari konseling adalah membantu para karyawan memecahkan masalahnya sendiri, memecahkan masalah yang berkaitan dengan hubungan antar-karyawan, atau mengusahakan adanya suatu suasana yang menimbulkan keberanian untuk memecahkan masalah yang mungkin ada. Peran konselor hanyalah memberikan pengertian tentang masalah yang belum jelas serta memberi nasehat. dan konseli sendirilah yang akan mengambil keputusan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar